|
Kontribusi Terbesar PAD dari PPJ |
|
HINGGA April ini, data evaluasi realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dispenda Balikpapan, menunjukkan angka yang menggembirakan. Dari data tersebut, realisasinya telah melampaui rencana penerimaan tahapan yang telah ditentukan.
“Rencananya penerimaan sampai April itu 30 persen, ternyata realisasinya sampai 31,91 persen,” ujar Kepala Dispenda Kota Balikpapan Oemy Facessly, Senin (26/4) kemarin. Dikatakan, angka 31,91 persen atau Rp 41,2 miliar tersebut merupakan rincian realisasi dari 8 pajak daerah yang selama ini mengalir ke kas Dispenda. Sementara itu, target PAD tahun 2010 yang ditentukan, yaitu sebesar Rp 129 miliar. “Ini gabungan dari pajak hotel, restoran, reklame, PPJ dan lainnya,” kata dia. Jika melihat data itu, tambahnya, kontribusi pembayaran pajak terbesar yakni dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang telah mencapai Rp 10,1 miliar atau sekitar 38 persen dari target yang dipatok, yaitu Rp 26,7 miliar. “Rata-rata persentase PAD sudah melewati 30 persen dari target,” ucapnya. Selain itu, dengan sekitar 180 ribu Wajib Pajak (WP) yang terdata pada pendataan WP di Kota Minyak, ia optimistis akan adanya peningkatan kas Dispenda Balikpapan tahun ini. “Kami sangat apresiasi kepada para WP Kota Balikpapan, yang selama ini sudah patuh terhadap ketentuan pajak,” tutupnya. (*/ryn)
|
|
|
Realisasi Pajak Hotel Sudah 25 Persen Lebih |
 Hotel Novotel Balikpapan HINGGA pertengahan April 2010 ini, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Balikpapan mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak hotel tembus Rp 7,2 miliar. Angka tersebut merupakan persentase dari target pajak perhotelan pada tahun 2010 di Kota Balikpapan. Kepala Dispenda Kota Balikpapan Oemy Facessly mengatakan, ada puluhan hotel mulai dari bintang lima hingga kelas melati, dan semuanya telah mendapat sosialisasi mengenai pembayaran pajak demi pembangunan kota. Sementara pajak hotel sendiri dipatok dengan target sebesar Rp 24 miliar. Mengingat realisasi sementara yang sudah di atas 25 persen, tentu menjadi gambaran keoptimisan Dispenda Balikpapan dalam memenuhi target PAD tahun 2010. “Kami optimistis dalam memenuhi target tahun ini,” katanya, saat ditemui di ruangannya, Jumat (23/4) kemarin.
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Realisasi Pajak Hiburan Sudah 67 Persen |
 e-Walk BSB, kawasan hiburan di Balikpapan MESKI baru memasuki April, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Balikpapan telah menerima Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pajak hiburan hingga 67 persen dari target yang telah ditentukan. Hal tersebut menggambarkan kepatuhan para Wajib Pajak (WP), terutama pengusaha hiburan di Kota Balikpapan. Kepala Dispenda Kota Balikpapan Oemy Facessly, saat ditemui di ruangannya, Rabu (14/4) kemarin mengaku salut atas tercapainya realisasi tersebut. “Salut buat para pengusaha hiburan atas kepatuhannya membayar pajak,” ujarnya. Target PAD tahun ini dipatok Rp 2,3 miliar. Sedangkan hasil realisasi sementara hingga April 2010 sudah Rp 1,5 miliar. Melihat hasil tersebut, maka Dispenda optimistis dapat memenuhi target PAD pajak hiburan tahun ini. “Pembayaran pajak diakhiri pada Desember 2010, jarak waktu dan realisasi sementara ini sudah memberikan gambaran akan keoptimisan kami,” pungkasnya. |
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Dispenda Kaji Ulang Pajak Reklame |
|
DISPENDA Balikpapan saat ini tengah mengkaji pajak reklame yang tidak sesuai dengan perkembangan kota. Kepala Dispenda Balikpapan Oemy Facessly ketika ditemui, Rabu (7/4) kemarin mengatakan, saat ini khususnya reklame jenis spanduk di Balikpapan terhitung sangat murah. Tarifnya hanya Rp 1.020 perhari. “Saat ini Dispenda baru selesai menginventarisasi peremajaan data reklame yang dilakukan 6 Februari sampai Maret lalu. Hasilnya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait, seperti perizinan dan bagian ekonomi,” kata Oemy.Untuk menyiasati adanya pemilik reklame yang “nakal”, mengurus izin tapi tidak membayar pajaknya, maka Dispenda, kata Oemy, akan memungut pajak reklame baik yang statusnya sudah izin ataupun belum. “Hingga saat ini, realisasi pajak reklame sudah mencapai Rp 1,012 miliar dari target Rp 3,6 miliar atau baru sekitar 28 persennya,” sebut Oemy. |
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Wali Kota dan Wawali Laporkan SPT |
 Tampak Wali Kota, Wawali dan Ketua DPRD Balikpapan saat pengisian SPT PEKAN Panutan Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan Orang Pribadi Tahun 2009 di Balikpapan, berlangsung Senin (22/3). Acara tersebut dihadiri Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid, Wawali Rizal Effendi, Ketua DPRD Andi Burhanuddin Solong (ABS). Hadir pula Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kaltim Drs Bambang Is Sutopo turut menyaksikan pekan panutuan tersebut. "Pajak merupakan lokomotif penggerak pembangunan bangsa dan kota. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang turut menyukseskan pembayaran pajak," ujar Imdaad, dalam sambutannya |
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|